Ngaku Sibuk Urusi Politik, Husniah Kini Milih Masuk DMI Untuk Kepentingan Akherat

1 week ago 30

BeritaKotaMakassar > Politik

Rabu 18 Februari 2026 07:00 am oleh

BKM/IST
Bupati Gowa Husniah Talenrang usai dilantik jadi Ketua DMI Gowa diselamati oleh Ketua DMI Sulsel Andi Muhammad Mappanyukki.

BKM/IST Bupati Gowa Husniah Talenrang usai dilantik jadi Ketua DMI Gowa diselamati oleh Ketua DMI Sulsel Andi Muhammad Mappanyukki.

GOWA, BKM–Ada yang menarik yang dilontarkan politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Dr Hj Husniah Talenrang ketika menyampaikan sambutannya usai dilantik sebagai Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Gowa.
Husniah dilantik sebagai pengurus DMI Gowa masa khidmat 2026-2031 oleh Ketua DMI Sulsel Andi Muhammad Mappanyukki. Pelantikan dilaksanakan di Baruga Tinggimae kompleks rumah jabatan Bupati Gowa, Senin (16/2) pagi.

Dalam sambutannya, Husniah menyampaikan alasannya masuk di DMI karena dirinya ingin fokus kepada kepentingan akherat. “Banyak yang bertanya-tanya kepada saya kenapa mau masuk DMI. Saya jawab karena saya ingin mengurusi kepentingan akherat. Saya selama ini sibuk dengan kepentingan dunia, kepentingan politik dan lainnya. Dan saya mencoba masuk DMI untuk kepentingan akherat saya. Insha Allah saya akan jalankan amanah akherat ini yakni memakmurkan masjid dan menjalankan amal usaha didalamnya,”ujar Husniah yang juga bupati perempuan pertama di Kabupaten Gowa ini.
Dalam kepengurusan baru DMI Gowa ini, Husniah Talenrang didampingi Wakil Ketua Andy Azis Peter, Sekretaris Aksara Alif Raja (Kepala BPN Gowa) dan Bendahara Ardiansyah Arsyad (Ketua Kadin Gowa).
Selain itu, sejumlah wakil ketua seperti Jamaris Khalik, Syamhari, Mardhani Hamdan dan beberapa orang lainnya baik dari kalangan pejabat eksekutif maupun legislator serta pejabat vertikal lainnya.
Dalam kabinet DMI Gowa ini terdiri dari 143 orang pengurus dengan rincian pembina 15 orang, penasehat 15 orang, dewan pakar 13 orang, dewan ekonomi syariah 15 orang dan selebihnya 93 orang terbagi dalam 11 bidang dalam struktur organisasi DMI Gowa.

Usai dilantik, Husniah juga mengatakan, DMI adalah wadah yang harus dimanfaatkan bersama untuk masyarakat dan semua masjid yang ada di Gowa.
Saat ini di Gowa tercatat lebih dari 3.000 masjid yang tersebar di seluruh pelosok Kabupaten Gowa yakni 18 kecamatan, 167 desa kelurahan.
Karena itu, setelah memimpin DMI Gowa, Husniah menargetkan akan memakmurkan seluruh masjid yang ada di seluruh pelosok Kabupaten Gowa. Husniah berkomitmen akan perbanyak program untuk memakmurkan masjid yang ada di Gowa demi memberikan ruang dan sarana ibadah ternyata bagi kaum muslim yang ada di antara 836.000 jiwa penduduk Kabupaten Gowa.

“Saya menjadi ketua di rumahnya Allah. Ini lebih tinggi dari jabatan saya di dunia. Dan selaku pemerintah dan kepala daerah, saya jaga amanah ini sebagai Ketua DMI Gowa dan tentu target saya yang utama adalah memakmurkan tiga ribu lebih masjid dan musala di Gowa kurang lebih 3.000 masjid dan musalah yang tersebar di Gowa. Harus diperhatikan, ” tandas Bupati Gowa Husniah Talenrang yang merupakan perempuan satu-satunya di Sulsel yang memimpin DMI di wilayah Sulsel.
Husniah menegaskan, masjid didefinisikan sebagai tempat beribadah tapi menurut dia, semua orang jangan kaku mendefinisikan masjid sebagai temoat ibadah, karena masjid pun bisa menjadi amal usaha dan menjadi tempat ibadah muslim yang mandiri.

“Saya yakin ke depan masjid-masjid kita ini akan bersinar dan semua itu semata adalah untuk anak-anak kita semua. Kita harus hidupkan DMI agar bisa jadi salah satu organisasi yang dibutuhkan untuk pemerintah dalam setiap programnya. Salah satu program pemerintah itu adalah pengentasan kemiskinan ekstrem. Saya harap DMI hadir didalamnya untuk jadi jembatan bagi masyarakat yang tegolong miskin ekstrem. DMI kita jadikan sarana untuk penguatan membantu pemerintah dalam penurunan kemiskinan ekstrem khususnya dari segi akhlak dan keimanan masyarakat miskin ekstrem tersebut. Karena kita tahu bahwa ada kesan kemiskinan itu jauh dari Allah. Maka lewat DMI kita perangi akhlak jelek dan tipisnya keimanan itu. DMI harus tampil sebagai garda terdepan menyisir kemiskinan akhlak dan keimanan tersebut, “tandas Husniah yang juga Ketua DPW PAN Sulsel ini.

Ketua DMI Sulsel Andi Muhammad Mappanyukki mengatakan, sejarah masuknya Islam di Kabupaten Gowa dimulai pada abad 16. Raja Gowa yang pertama kali memasukkan rakyatnya memeluk agam Islam adalah Raja Gowa Sultan Alauddin yang merupakan kakek dari Raja Gowa I Mallombasi Daeng Mattawang Sultan Hasanuddin.
Menurut Andi Bau Sawa panggilan akrab Andi Muhammad Mappanyukki, pada abad 16 itu lebih dahulu dibangun Masjid Tua Katangka sebelum Raja Gowa Sultan Alauddin masuk Islam. Tapi setelah Masjid Tua Katangka berdiri, Sultan Alauddin pun langsung masuk Islam.
“Inilah peradaban sejarah Islam yang perlu diketahui rakyat Gowa dan anak-anak kita di masa depan. Sekarang, ada beberapa program unggulan yang digagas Ketua Umum DMI Pusat Yusuf Kalla,” jelas mantan Pangdam Sulsel ini.

Andi Muhammad juga menjelaskan, 11 program gelontoran DMI Pusat yang harus diterapkan DMI ke lapis bawah.
11 program paten tersebut diantaranya adalah, managemen masjid. Ditegaskan Andi Muhammad, managemen masjid itu harus betul-betul diperhatikan terutama soal keterbukaan pengelolaan masjid sehingga tidak ada saling curiga atas pengelolaan masjid. Baik itu terhadap pengelolaan bantuan donatur hingga status tanah masjid.
Kedua, data base masjid harus ada per kecamatan lengkap dengan pengurusnya. Karena sudah ada aturannya maka untuk pengangkatan pengurus masjid harus melaporkan ke pengurus DMI baik di desa, kecamatan hingga kabupaten. Jadi transparansi kepengurusan harus diutamakan.

Ketiga adalah soal akustik masjid atau sound (pengeras suara). Sound masjid harus diperhatikan. Menurutnya, harus stereo. Karena sound ini sangat penting sebagai corong untuk memanggil jamaah untuk salat maupun beribadah juga untuk dirasakan jamaah saat mendengar ceramah. Jadi masjid harus dibuat nyaman.
Keempat adalah keamanan masjid yang harus diperhatikan. Kadang di masjid orang datang kadang tidak khusyuk beribadah karena ingat sendal dan sepatunya di luar. Ingat barang bawaannya ada atau sudah hilang. Jadi pengurus masjid harus atur manajemen pengelolaan masjid. (sar//rif)






Rekomendasi Untukmu


Epaper Berita Kota Makassar

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |