Zikir, Amalan Ringan yang Pahalanya Berat di Timbangan Amal

2 hours ago 8

loading...

Zikir atau mengingat Allah SWT merupakan amalan yang ringan dilakukan, namun memiliki pahala yang dahsyat yakni dapat memperberat timbangan amal kita di akhirat kelak. Foto ilustrasi/Sindonews

Zikir atau mengingat Allah SWT merupakan amalan yang ringan dilakukan, namun memiliki pahala yang dahsyat yakni dapat memperberat timbangan amal kita di akhirat kelak. Berikut ulasannya.

Zikir atau berzikir dalam kehidupan sehari-hari dapat menjadi cara untuk menyucikan hati dan menjaga hubungan spiritual dengan Allah Swt. Berzikir juga membantu umat muslim tetap fokus dan mengingat Allah SWT.

Berzikir bermakna mengingat, mengucapkan, atau memikirkan nama Allah SWT dengan tulus dan khusyuk. Berikut keutamaan dan pahalanya yang penting diketahui:


Pahala dan Keutamaan Zikir

1. Nilainya lebih banyak daripada dunia dan seisinya

Amalan ini ringan dan membutuhkan waktu yang singkat tapi dapat mengalahkan nilai kekayaan dunia dan seisinya. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dia berkata, Rasulullah SAW telah bersabda: ‘Sesungguhnya membaca “Subhanallah walhamdulillah wa laa ilaha illallah wallahu akbar (Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah, dan Allah Maha Besar)” adalah lebih aku cintai daripada segala sesuatu yang terkena sinar matahari.” [HR. Muslim]

Baca juga: Antara Zikir, Wirid dan Doa, Serupa atau Berbeda?

2. Pahalanya lebih daripada membebaskan sepuluh budak

Membebaskan seorang budak mengeluarkan biaya yang besar. Dan apalagi membebaskan sepuluh orang budak yang pada zaman ini budak sudah tidak ditemukan lagi. Nah, amalan ini berpahala imbang dengan membebaskan sepuluh orang budak.

Dalam hadisnya dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda,

“Barang siapa mengucapkan : ‘Tiada ilah yang berhak diibadahi selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya kerajaan, baginya segala pujian, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu’ dalam sehari seratus kali, maka kalimat itu sebanding dengan pahala memerdekakan sepuluh sahaya dan tertulis baginya seratus kebaikan, terhapus darinya seratus kejelekan dan kalimat itu menjadi pelindung dari syaitan pada hari itu sampai sore harinya. Selain itu, tidak seorang pun yang dapat melebihi pahala yang didapat orang yang mengucapkannya, kecuali seseorang yang mengamalkan lebih banyak daripadanya.’

Selanjutnya, Rasulullah bersabda : ‘Barang siapa mengucapkan ‘Mahasuci Allah, serta dengan memuji-Nya’, dalam sehari seratus kali, maka gugurlah dosa-dosanya walaupun seperti buih di lautan.'” (Muttafaqun ‘alaih)

3. Pahalanya memenuhi timbangan amal

Pada hari akhir nanti semua orang akan ditimbang oleh Allah 'Azza wa Jalla akan amal perbuatannya. Apabila lebih berat pahalanya maka ia akan dimasukan ke dalam syurga dan apabila lebih berat dosanya maka ia akan dimasukan ke dalam neraka. Nauudzubillahi min dzaalik.

Nah amalan ini ringan tidak susah diamalkan namun berat dalam timbangan. Dari Abu Malik Al-asy’ari radhiyallah‘anhu, Rasulullah SAW bersabda:

Dari Abu Malik Al-Harits bin ‘Ashim Al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Bersuci itu sebagian dari iman, ucapan alhamdulillah (segala puji bagi Allah) itu memenuhi timbangan. Ucapan subhanallah (Mahasuci Allah) dan alhamdulillah (segala puji bagi Allah), keduanya memenuhi antara langit dan bumi. Salat adalah cahaya, sedekah adalah bukti nyata, kesabaran adalah sinar, Al-Qur’an adalah hujjah yang membelamu atau hujjah yang menuntutmu. Setiap manusia berbuat, seakan-akan ia menjual dirinya, ada yang memerdekakan dirinya sendiri, ada juga yang membinasakan dirinya sendiri.’” (HR. Muslim)

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |