Trump Kembali Tekan The Fed, Sejauh Mana Presiden AS Bisa Intervensi Bank Sentral?

3 hours ago 4

loading...

Presiden Donald Trump dan Ketua The Fed Kevin Warsh saat upacara pelantikan di Gedung Putih, Washington, pada bulan Mei. FOTO/Bloomberg/Yuri Gripas/Abaca

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menekan Federal Reserve (The Fed) agar menurunkan suku bunga sekaligus berupaya mencopot Gubernur The Fed Lisa Cook sehingga memicu kembali perdebatan mengenai batas kewenangan presiden terhadap bank sentral. Langkah tersebut juga menimbulkan kekhawatiran terhadap independensi The Fed dalam menentukan kebijakan moneter tanpa tekanan politik.

Bloomberg melaporkan, Trump kembali meningkatkan tekanan terhadap The Fed dengan menuntut suku bunga lebih rendah dan menghubungi Ketua The Fed Kevin Warsh secara berkala. Pada awal Agustus, Trump juga menghidupkan kembali ancaman untuk memberhentikan Cook berdasarkan tuduhan dugaan kecurangan dalam pengajuan kredit perumahan yang dibantah oleh Cook.

Baca Juga: Trump Kembali Ancam Pecat Gubernur The Fed Lisa Cook meski Tuduhan Penipuan KPR Tak Terbukti

Upaya Trump terhadap Cook berkaitan dengan dugaan bahwa sang gubernur pernah mencantumkan sebuah rumah sekunder sebagai tempat tinggal utama untuk memperoleh persyaratan pinjaman yang lebih menguntungkan. Namun, tuduhan tersebut terjadi sebelum Cook menjabat sebagai gubernur The Fed dan belum berujung pada tuntutan pidana.

Secara hukum, Undang-Undang Federal Reserve memberikan kewenangan kepada presiden untuk memberhentikan anggota Dewan Gubernur The Fed karena alasan tertentu. Pengadilan secara tradisional menafsirkan alasan tersebut antara lain berupa ketidakefisienan, kelalaian dalam menjalankan tugas, atau pelanggaran hukum dan kewajiban jabatan.

Dalam kasus Cook, dasar pemberhentian tersebut masih menjadi perdebatan karena dugaan pelanggaran yang digunakan pemerintahan Trump terjadi sebelum pengangkatannya dan tidak berkaitan langsung dengan kinerja Cook sebagai pejabat The Fed. Mahkamah Agung AS sebelumnya juga mengizinkan Cook tetap menjalankan tugasnya selama proses hukum terkait upaya pemberhentian berlangsung.

Kewenangan paling jelas yang dimiliki presiden terhadap The Fed adalah mengangkat anggota Dewan Gubernur untuk mengisi posisi yang kosong serta memilih salah satu anggota tersebut untuk menduduki posisi pimpinan, termasuk ketua bank sentral. Mekanisme tersebut memberikan presiden pengaruh terhadap arah kepemimpinan The Fed tetapi tidak berarti presiden dapat secara langsung menentukan keputusan suku bunga.

Tekanan politik terhadap bank sentral sebenarnya bukan hal baru di AS. Presiden dari Partai Demokrat maupun Republik pernah berupaya memengaruhi kebijakan The Fed, termasuk Presiden Lyndon Johnson yang secara pribadi mengkritik Ketua The Fed William McChesney Martin terkait kenaikan biaya pinjaman dan Presiden Richard Nixon yang menekan Ketua The Fed Arthur Burns pada era 1970-an.

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |