Sedang Tren di China, Bocoran Informasi Korupsi Dijadikan Konten untuk Hasilkan Uang

8 hours ago 6

loading...

Bocoran informasi mengenai rencana penyelidikan korupsi ramai dijadikan konten di media sosial China. Ini mengganggu upaya pemerintah Xi Jinping dalam memberantas korupsi. Foto/RNA

BEIJING - Bocoran informasi mengenai rencana penyelidikan korupsi telah menyebar di media sosial China. Hal ini memberi waktu bagi pejabat korup untuk menyembunyikan bukti.

Uniknya, bocoran informasi itu justru dijadikan konten bagi para kreator untuk menghasilkan uang iklan. Ini sedang jadi tren di media sosial China.

Baca Juga: Wakil Menteri Sembunyikan Uang Korupsi Senilai Rp361 Miliar di Dalam Galon Air Minum

Sebaliknya, fenomena ini menjadi tantangan bagi kampanye anti-korupsi Presiden China Xi Jinping—yang telah menindak lebih dari 7 juta orang sejak dia berkuasa pada tahun 2012, sebagaimana dilaporkan oleh The Wall Street Journal, Selasa (11/8/2026).

"Segelintir pejabat membocorkan informasi yang melanggar peraturan," ungkap Banyuetan, sebuah majalah yang diterbitkan oleh kantor berita pemerintah; Xinhua, dalam laporan bulan Juli.

"Data ini kemudian dijual kembali melalui grup-grup daring, berpindah tangan berkali-kali, sehingga membentuk rantai pasokan terselubung dan ilegal," lanjut laporan tersebut.

Banyuetan menyebutkan bahwa sejumlah akun media sosial kerap "memprediksi" kejatuhan pejabat dengan mengunggah profil biografi atau menggunakan kata-kata yang terdengar mirip (homofon) serta bahasa sandi.

Beberapa pengelola akun memungut biaya mulai dari beberapa dolar hingga USD56 untuk akses ke grup obrolan, sementara yang lain mengincar pendapatan iklan atau pembayaran dari platform.

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |