Retail Menjamur, Husniah Sebut Sengaja Buka Lebar Strategi Ekonomi

6 hours ago 7

BeritaKotaMakassar > Gojentakmapan

Selasa 3 Maret 2026 07:00 am oleh

IST
Husniah Talenrang

IST Husniah Talenrang

GOWA, BKM — Dalam jangka waktu tidak lama, hingga Februari 2026 ini, retail-retail tumbuh menjamur di Kabupaten Gowa.
Hampir setiap jarak 300-500 meter retail-retail modern berdiri. Suasana ramai pun tercipta di mana-mana. Suasana kota tumbuh perlahan di desa dan kelurahan.
Karena maraknya kehadiran berbagai retail seperti Alfa Mart, Alfa Midi, Indomart membuat sejumlah kalangan masyarakat ramai menyoal. Komentar-komentar negatif pun marak di media sosial menyatakan protes, meski ada juga yang merespon positif.

Hujatan mengarah khusus ke bupati Gowa karena dinilai membuka kran lebar sehingga retail pun menjamur di Kabupaten Gowa.
Menyikapi hujatan-hujatan ini, Bupati Gowa, Husniah Talenrang meresponnya tenang. Bahkan Husniah mengungkapkan alasan-alasannya kenapa retail tumbuh dimana-mana di Gowa.
Ada empat alasan yang diungkap Husniah Talenrang sebagai jawaban terhadap berbagai protes yang dilayangkan masyarakat melalui medsos.
Semua diungkap dan dibeberkannya di hadapan para jurnalis dan influencer saat bupati Gowa menggelar Gowa Collaboration Iftar 2026 di Baruga Tinggimae rujabnya pada Sabtu (28/2) petang dirangkai berbuka puasa bersama.

Dihadapan para jurnalis dari berbagai media profesional baik media cetak, media online, media televisi, Bupati Husniah menyampaikan empat alasannya kenapa sampai membuka kran selebar-lebarnya kepada investor.

Untuk UMKM harus ada gerai dalam retail yang ada, Bupati Husniah mengatakan, sudah melakukan penguatan sektor tersebut dengan pihak Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Perdastri) dan Dinas Koperasi UKM dengan melakukan edukasi kepada UMKM agar produknya dikemas lebih menarik untuk masuk retail.
”Yang jelas saya mau cari duit agar Gowa berkembang dan maju pesat. Karena ketika investor itu masuk tentu PAD kita bertambah. Hal ini jangan menjadi pertentangan dan jadi pembahasan yang tidak selesai. Tapi ayo bersama-sama kita bicarakan bahwa kehadiran orang-orang yang mau berinvestasi di Gowa ini harus kita bukakan pintu lebar-lebar. Usaha kecil masyarakat harus ada dalam ritel di wilayah kita. Jadi UMKM kita terfasilitasi, pengangguran pun teratasi,” jelas bupati Gowa.

Dikatakan Husniah, kripik tela tela produksi rumahan juga bakso goreng dan sebagainya yang merupakan produksi masyarakat sekitarnya harus masuk retail yang ada.
Husniah juga mencontohkan kota wisata Malino. Malino adalah tempat wisata yang harus membuat nyaman pengunjungnya. Dimana, Malino sebagai tempat wisata harus punya penginapan, tempat ngopi enak, aneka makanan lengkap, aneka cemilan ada hingga makanan siap saji yang membuat pengunjung tidak bingung lagi mencari makanan sesuai seleranya.

”Malino adalah salah satu contoh tempat wisata. Kalau kita tidak membuka investor ke Malino, tentu Malino tidak akan menarik dan tidak menjadi tempat kunjungan orang yang dianggap refresentatif. Saya bahkan berharap ada KFC, ada cafe yang makanan dan minuman sajiannya sama dengan di Makassar. Pengunjung tentu senang jika seleranya ada di Malino juga. Mereka mau ngopi dengan sajian yang enak dilidah mereka karena cafenya tarafnya sama deng cafe yang ada di Makassar. Jadi strategi ekonomi sengaja saya buka lebar, agar orang mau ke Malino, mau ke Bissoloro dan tempat wisata Gowa lainnya. Pengunjung akan senang jika seleranya ada di sana, pasti pengunjung tidak akan bingung lagi mencari tempat makan dan minum yang disukanya,” kata bupati Gowa. (sar)






Rekomendasi Untukmu


Epaper Berita Kota Makassar

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |