Posko dan Patroli Diaktifkan untuk Cegah Aksi Remaja Konvoi Tembak-tembakan di Manggala

7 hours ago 2

BeritaKotaMakassar > Metro

Selasa 3 Maret 2026 10:57 am oleh

Camat Manggala Ahmad, Kapolsek Manggala Kompol Semuel To’longan, Danramil Panakukang/Manggala Mayor Inf. Mappayukku, personel Binmas Polsek Manggala, Babinsa Koramil Panakukang–Manggala, serta seluruh RT dan RW foto bersama usai pertemuan di Aula Kecamatan Manggala, Senin (2/3/2026).

Camat Manggala Ahmad, Kapolsek Manggala Kompol Semuel To’longan, Danramil Panakukang/Manggala Mayor Inf. Mappayukku, personel Binmas Polsek Manggala, Babinsa Koramil Panakukang–Manggala, serta seluruh RT dan RW foto bersama usai pertemuan di Aula Kecamatan Manggala, Senin (2/3/2026).

MAKASSAR, BKM — Belakangan ini, fenomena remaja bermain perang-perangan menggunakan senjata mainan jenis omega kian menjamur di sejumlah titik di Makassar. Aktivitas yang kerap berlangsung di ruang publik itu memicu keresahan warga karena dilakukan secara berkelompok hingga konvoi di jalanan.

Menyikapi kondisi tersebut, Camat dan Kapolsek Manggala menggelar pertemuan bersama unsur Tripika, Tripilar, para lurah, serta Ketua RT dan RW se-Kecamatan Manggala.

‎Kegiatan berlangsung di Aula Kecamatan Manggala, Senin (2/3/2026) pukul 15.00 Wita. Pertemuan ini sebagai langkah memperkuat koordinasi menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

‎Pertemuan tersebut dihadiri Camat Manggala Ahmad, S.Sos., Kapolsek Manggala Kompol Semuel To’longan, S.H., M.H., M.Si., Danramil Panakukang/Manggala Mayor Inf. Mappayukku, personel Binmas Polsek Manggala, Babinsa Koramil Panakukang–Manggala, serta seluruh RT dan RW.

Dalam sambutannya, Camat Manggala, Ahmad menegaskan bahwa pengawasan lingkungan harus diperketat guna mencegah potensi konflik antar remaja.

“Kita tidak boleh menganggap ini sekadar permainan biasa. Kalau dilakukan berkelompok di jalan umum dan tanpa pengawasan, tentu bisa memicu keresahan bahkan konflik antar remaja,” ujarnya.

Ia menambahkan, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci menjaga keamanan wilayah.
‎“Sinergi antara pemerintah wilayah, TNI–Polri, serta RT/RW harus diperkuat agar pengawasan di lingkungan masing-masing berjalan maksimal,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolsek Manggala Kompol Semuel To’longan mengungkapkan bahwa tren perang tembak menggunakan senjata omega sudah masuk kategori meresahkan karena dilakukan secara terorganisir.

“Fenomena perang tembak menggunakan senjata omega ini sudah cukup meresahkan. Apalagi mereka membentuk kelompok dan melakukan konvoi untuk mencari lawan,” tegasnya.

Menurutnya, penggunaan peluru berbahan plastik dan jelly di jalan umum berpotensi menimbulkan cedera maupun gesekan antar kelompok. Pihak kepolisian pun telah mengambil langkah persuasif berupa imbauan kepada pedagang, penyitaan senjata mainan yang digunakan di ruang publik, serta pembinaan terhadap remaja yang terjaring.

“Kami sudah melakukan langkah persuasif, mulai dari imbauan kepada pedagang, penyitaan senjata mainan yang digunakan di jalan umum, hingga pembinaan terhadap anak-anak yang terjaring,” jelasnya.

Menindaklanjuti hasil rapat, Camat Manggala menginstruksikan pengaktifan kembali posko keamanan lingkungan serta peningkatan patroli rutin oleh RT dan RW di wilayah masing-masing guna mencegah aksi konvoi dan tembak-tembakan terulang. (jar)





Rekomendasi Untukmu


Epaper Berita Kota Makassar

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |