Perkuat Logistik RI dan Malaysia, ASDP Dorong Konektivitas RoRo Batam-Johor

1 hour ago 5

loading...

Direktur Operasi dan Transformasi ASDP Indonesia Ferry, Rio Lasse saat FGD bertajuk Strategic Discussion on Cross-Border RoRo Connectivity and Bilateral Collaboration di Johor Bahru, Rabu (12/8/2026). Foto/Dok. SindoNews

JOHOR - Kedekatan geografis Batam dan Johor membuka peluang strategis untuk memperkuat konektivitas Indonesia–Malaysia. Tidak hanya bagi mobilitas masyarakat, tetapi juga perdagangan, investasi, dan logistik lintas batas .

Peluang tersebut tengah didorong melalui rencana pengembangan layanan Roll-on/Roll-off (RoRo) Batam–Johor yang menghubungkan Pelabuhan Bintang 99 Persada di Batam dengan Terminal Feri Tanjung Belungkor, Johor. Dengan jarak sekitar 27 mil laut, koridor ini memiliki posisi strategis untuk mendukung pergerakan penumpang, kendaraan, dan angkutan kargo secara lebih terintegrasi. Baca juga: Perkuat Kerja Sama Perbatasan RI-Malaysia, Ditjen Bina Adwil Kenalkan Bridge System

Direktur Operasi dan Transformasi PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) , Rio Lasse, mengatakan berbagai persiapan dan koordinasi terus dilakukan dengan para pemangku kepentingan. Layanan tersebut ditargetkan dapat mulai beroperasi pada pertengahan 2027, dengan tetap memperhatikan kesiapan infrastruktur, pemenuhan regulasi, serta persetujuan pemerintah Indonesia dan Malaysia.

“Kami berharap layanan RoRo Batam–Johor dapat mulai beroperasi pada pertengahan tahun depan. Namun, realisasinya tentu membutuhkan kesiapan dan kolaborasi seluruh pihak, khususnya terkait regulasi, infrastruktur, serta penyelarasan proses lintas batas kedua negara,” katanya, Kamis (13/8/2026).

Dari sisi infrastruktur, fasilitas Pelabuhan Bintang 99 Persada di Batam telah tersedia. Sementara fasilitas di Tanjung Belungkor masih memerlukan sejumlah peningkatan untuk mendukung rencana pengoperasian layanan RoRo.

Kehadiran layanan RoRo menawarkan proses logistik yang lebih sederhana karena kendaraan beserta muatannya dapat langsung masuk ke kapal (roll-on), diangkut melalui laut, kemudian keluar di pelabuhan tujuan (roll-off). Pola tersebut berpotensi mengurangi proses penanganan barang, memperpendek waktu layanan, serta meningkatkan efisiensi rantai logistik lintas batas.

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |