Mata Uangnya Runtuh, Ini Cara Cerdas Iran Danai Perang Melawan AS-Israel

7 hours ago 8

loading...

Iran menggunakan tambang Bitcoin untuk mendanai perang melawan AS dan Israel. Mata uang runtuh dan ekonomi jatuh tak berpengaruh bagi Iran untuk berperang. Foto/Aawsat

TEHERAN - Mata uang Iran sedang runtuh. Ekonominya berada di bawah sanksi yang menghancurkan. Namun Teheran masih membayar mesin, bahan bakar, dan komponen militer di luar negeri menggunakan jalur keuangan yang tidak dapat dikendalikan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Solusi rahasianya sederhana: menambang Bitcoin, lalu belanjakan.

"Iran dapat menambang satu Bitcoin dengan harga sekitar USD1.300," kata Jake Percy, seorang pakar strategi Bitcoin yang berbasis di AS.

Baca Juga: Kim Jong-un: Jika Iran Minta, Satu Rudal Saja Cukup untuk Lenyapkan Israel

Dengan harga Bitcoin mendekati USD73.000, itu menciptakan margin USD71.700 per koin. Nilai tersebut dapat digunakan di luar sistem perbankan global.

Strategi ini secara diam-diam menembus arsitektur sanksi yang dibangun Amerika Serikat selama dua dekade.

Ketika Teheran melegalkan penambangan Bitcoin pada tahun 2019, para pejabat menyebutnya sebagai eksperimen ekonomi. Para analis sekarang mengatakan bahwa hal itu telah berkembang menjadi sesuatu yang jauh lebih strategis: jaringan pembayaran yang tahan terhadap sanksi.

Penambangan Bitcoin di Iran dikendalikan oleh negara, menghasilkan miliaran dolar dalam kripto untuk penggunaan militer dan ekonomi.

Operasi penambangan menghasilkan Bitcoin yang dapat ditransfer langsung ke dompet yang dikendalikan negara dan digunakan untuk menyelesaikan transaksi internasional. Pembayaran tersebut memungkinkan Teheran untuk membayar pemasok luar negeri untuk mesin, bahan bakar, dan komponen militer tanpa menyentuh sistem dolar.

Tidak ada bank koresponden. Tidak ada penegakan hukum dari Departemen Keuangan AS.

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |