Bawaslu dan Institut Aisyiyah Sulsel Teken MoU Pengawasan

11 hours ago 7

BeritaKotaMakassar > Politik

Kamis 5 Maret 2026 07:00 am oleh

BKM/IST
MENANDATANGANI--Rektor INASS Dr Nurhayati bersama Ketua Bawaslu Gowa Saparuddin menandatangani MoU Pengawasan Partisipatif dan Pendidikan Pemilih Pemula

BKM/IST MENANDATANGANI--Rektor INASS Dr Nurhayati bersama Ketua Bawaslu Gowa Saparuddin menandatangani MoU Pengawasan Partisipatif dan Pendidikan Pemilih Pemula

GOWA, BKM–Jajaran Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Gowa menggandeng Institut Aisyiyah Sulawesi Selatan (INASS) untuk peningkatan pengawasan partisipatif dan pendidikan pemilih pemula.
Kerja sama inipun dibakukan dalam penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang dilakukan Ketua Bawaslu Gowa Saparuddin dengan Rektor INASS Dr Nurhayati di aula kantor Bawaslu Gowa di Jl Andi Mallombassang, Sungguminasa, Senin (2/3).

Dalam penandatanganan MoU tersebut diatur kerja sama kedua pihak dalam rangka penguatan sosialisasi Pengawasan Partisipatif dan Pendidikan Pemilih Pemula yang difokuskan pada pelaksanaan sosialisasi pengawasan partisipatif sebagai rangkaian kegiatan penyampaian informasi kepemiluan yang dilakukan secara terencana guna meningkatkan pengetahuan serta kesadaran politik masyarakat.

Tujuannya adalah mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam mengawasi jalannya tahapan pemilihan umum maupun pada masa non tahapan.
Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Gowa Yusnaeni mengapresiasi respon positif INASS terhadap inisiasi kemitraan ini.
Yusnaeni menegaskan, INASS merupakan perguruan tinggi pertama di Gowa yang merespons dengan baik ajakan kerja sama pengawasan partisipatif bersama Bawaslu.
Kerja sama ini tambah Yusnaeni, menjadi bagian dari konsolidasi demokrasi yang terus dilakukan Bawaslu, terutama pada masa non tahapan. “Pada masa non tahapan, kami tetap memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan pesan-pesan demokrasi serta memperkuat pengawasan partisipatif melalui koordinasi dengan para stakeholder, salah satunya perguruan tinggi,” ucap Yusnaeni.

Dikatakannya, banyak kegiatan yang dapat dikolaborasikan ke depan, termasuk keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan edukasi demokrasi maupun forum-forum diskusi kepemiluan.
Bahkan diharapkan mahasiswa INASS dapat terlibat aktif dalam berbagai agenda Bawaslu di tingkat yang lebih luas.
Ketua Bawaslu Gowa Saparuddin mengatakan, tugas Bawaslu tidak hanya terbatas pada tahapan Pemilu tapi juga pada masa non tahapan. Ia menekankan bahwa pengawasan partisipatif merupakan bagian penting dari eksistensi kelembagaan Bawaslu.

“Bawaslu itu pengawasan. Pengawasan partisipatif bukan hanya dilakukan saat tahapan berlangsung tapi juga pada masa non tahapan. Justru di masa inilah kita memperkuat edukasi demokrasi kepada masyarakat, khususnya kalangan akademisi dan mahasiswa,” kata Saparuddin.
Kerja sama ini kata Saparuddin adalah bukti eksistensi Bawaslu dalam upaya mencerahkan kalangan akademisi dan perguruan tinggi tentang pentingnya pengawasan partisipatif,.
“Kami berharap jajaran kampus dapat memberikan informasi dan masukan yang konstruktif bagi pelaksanaan tugas Bawaslu. Dan kami harap nota kesepahaman ini bisa berlanjut pada program yang berkesinambungan.

Sementara itu Rektor INASS Dr Nurhayati Azis menyampaikan dukungan penuh terhadap kerja sama tersebut. Ia menyatakan bahwa INASS siap berkolaborasi secara aktif dalam penguatan edukasi demokrasi di Gowa.

INASS pun berkomitmen untuk melaksanakan kerja sama tersebut secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya memperkuat konsolidasi demokrasi, meningkatkan kesadaran politik masyarakat serta mendorong keterlibatan aktif generasi muda dalam pengawasan Pemilu, baik pada masa tahapan maupun non tahapan.
“Dengan adanya MoU ini, kami siap berdampingan dengan Bawaslu dalam memberikan edukasi demokrasi. Kami membawa seluruh jajaran INASS sebagai bentuk kesiapan kami untuk berkolaborasi,” kata Nurhayati. (sar/rif)






Rekomendasi Untukmu


Epaper Berita Kota Makassar

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |