Bahlil Urus BBM, Musda Golkar Sulsel Belum Jelas

11 hours ago 6

IST RAPAT PEMANTAPAN--Pengurus DPD I Golkar Susel bersama SC dan OC Musda ketika rapat pemantapan pelaksanaan Musda

MAKASSAR, BKM–Jadwal pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Provinsi Sulawesi selatan masih belum ada.
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar juga belum membalas surat dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Golkar Sulsel soal tanggal pelaksanaan Musda. “Belum ada jadwal Musda”ujar sektretaris panitia atau Organizing Committee (OC) Andi Patarai Amir, Minggu (5/4).

Hal sama disampaikan Ketua tim pengarah atau Steering Committee (SC) Musda Armin Mustamin Toputiri. “Belumpi de, ini gara-gara perang, ketum lagi sibuk, full kegiatan urus bahan bakar” ujar Armin yang juga Wakil Ketua DPD I Golkar Sulsel ini.
Sehari sebelumnya Ketua OC Musda Lukman B Kady mengaku masih menunggu jadwal dari DPP. “Kami masih menunggu jadwal”ujar Lukman B Kady yang juga Ketua Fraksi Golkar DPRD Sulsel ini.

Sebelumnya, DPP Golkar telah menetapkan bilamana Musda molor hingga bulan Mei atau Juni, lalu kembali mengungkapkan bila Musda dipercepat ke akhir Maret. Dan kini sudah masuk awal April belum juga ada kejelasan.
Sebelumnya, Panitia Penyelenggara Musda Partai Golkar Sulsel Ke-XI yang telah terbentuk dan mulai bekerja
Hal ini disampaikan dalam rapat perdana yang berlangsung di Sekretariat DPD I Partai Golkar Sulsel, Jalan Ammana Gappa, Kota Makassar, Rabu (1/4).

Rapat dipimpin Plt Ketua Harian DPD I Partai Golkar Sulsel HA Kadir Halid didampingi Ketua SC Musda Armin Mustamin Toputiri dan Ketua OC Lukman B Kady, beserta seluruh anggota panitia yang telah ditetapkan.
Kadir Halid menegaskan bahwa terbentuknya kepanitiaan ditandai dengan keluarnya Surat Keputusan (SK) Kepanitiaan yang telah dikeluarkan secara resmi.

“Kepanitiaan telah siap secara penuh untuk menggelar Musda Golkar Sulsel yang ke XI. Semua elemen telah bersinergi dan berkomitmen untuk menyelenggarakan kegiatan yang aman, tertib, dan bermartabat,” ujar Kadir Halid yang kini menjabat Ketua Komisi D DPRD Sulsel.
Armin Mustamin Toputiri juga menjelaskan bahwa setelah resmi terbentuk, Tim SC akan segera melakukan pembahasan mendalam terkait draft pelaksanaan Musda.

Beberapa poin utama yang akan menjadi fokus pembahasan antara lain syarat dan ketentuan kepesertaan bagi seluruh delegasi, mekanisme dan jadwal pendaftaran calon Ketua DPD 1 Golkar Sulsel, serta tata cara pelaksanaan sesi musyawarah yang sesuai dengan aturan dasar dan tata tertib partai.

“Kita akan memastikan bahwa setiap tahapan pelaksanaan Musda berjalan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh DPP Golkar. Semua proses akan dilakukan dengan transparan dan akuntabel untuk menjamin keberhasilan musyawarah ini,” ungkap Armin.

Sementara itu, Lukman B Kady mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan kajian awal terkait lokasi pelaksanaan Musda. Menurutnya, lokasi yang kemungkinan besar akan digunakan adalah Hotel Claro Makassar. Namun, jadwal pasti pelaksanaan Musda masih menunggu konfirmasi resmi dari DPP Partai Golkar. “Kita telah melakukan koordinasi awal dengan pihak hotel dan siap melakukan persiapan teknis sesuai kebutuhan. Tim kita telah siap siaga untuk mengantisipasi segala kemungkinan dan menjamin bahwa Musda berjalan lancar tanpa hambatan,” jelas Lukman yang juga Ketua Fraksi Golkar DPRD Sulsel. (rif)

Peserta Penuh Wajib Gunakan Barcode Khusus

PANITIA Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Provinsi Sulawesi Selatan menerapkan sistem keamanan ketat dengan menggunakan teknologi barcode untuk memverifikasi keabsahan peserta.

Kebijakan ini diputuskan dalam rapat panitia yang berlangsung di Sekretariat Partai Golkar Sulsel, Jalan Amanah Gappa, Makassar, Minggu (5/4).
Ketua Panitia Musda XI Golkar Sulsel, Lukman B Kady, menjelaskan bahwa barcode wajib digunakan oleh seluruh peserta penuh yang memiliki hak memilih dan dipilih.

“Rencananya untuk memperketat status kepesertaan, di arena nanti disiapkan sistem barcode, barcode ini nantinya bertujuan memverifikasi peserta by name, by photo, juga untuk pertegas delegasi peserta, Peserta yang punya hak memilih harus pakai barcode. Di pintu masuk, pasca pembukaan sudah harus memakai barcode,” ungkap Lukman B Kady.

Lebih lanjut, Lukman memaparkan bahwa pada acara pembukaan nanti, panitia menargetkan kehadiran sekitar 1.000 orang. Namun, setelah sesi pembukaan selesai, akses akan disaring kembali secara ketat.
“Untuk peserta pembukaan nantinya kita akan maksimalkan target 1.000 orang peserta. Setelah pembukaan akan tersaring peserta yang punya hak memilih,”ucapnya.

Dengan sistem ini, kita berharap peserta hadir adalah peserta yang terdaftar resmi dan memiliki hak suara .
Untuk Musda sendiri sementara menunggu jadwal pasti dari DPP namun untuk kesiapan panitia sudah melakukan persiapan dengan matang. (rif)

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |